Senja dibatas pantai aku sendirian kembali mengingat masih adakah jejek ku yang tertinggal disana. Ku coba duduk di atas beton pemecah ombak, dan benar semua disini masih sama. Mereka masih sama, beton pemecah ombak, angin laut, dan deburan ombak yang beruntutan. Mereka kembali mengingatkan aku ketika kita bertemu untuk menikmati sunset sebelum kau pergi. Itu mungkin pertemuan terakhir kita sampai saat ini. Aku masih ingat betul saat kau bersandar dipundakku menghadab barat menikmati sunset bersama. Akh diam, ya sejak awal kita duduk disitu aku hanya diam mendengarkan semua curhatan, kekesalan dan harapanmu terhadapku. Aku tau, saat itu kau menangis. Entah bagian mana yang kau tangisi. Aku tak tahu dihadapanmu seolah aku jadi bisu, mulutku kaku ketika kau ungkapkan semua curhatanmu kepadaku. Ke elus kepalamu yang bersandar dipundakku, kucoba tenangkan dirimu. Aku perlahan menegakkan kepalamu, sedikit ...